SEMARANG – Ribuan wisatawan memadati Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang, Jawa Tengah sejak berlangsungnya Festival Cheng Ho 2019. Event ini berlangsung mulai Jumat 2 Agustus hingga hari ini, Minggu (4/8/2019).
Kelengteng Sam Poo Kong memang menawarkan banyak pesona, salah satunya kemegahan arsitekur bangunan tersebut. "Arsitektur, dupa, patung singa, lampion, semuanya bergaya Tiongkok. Sangat keren untuk dijadikan spot fotografi. Ini yang membuat Sam Poo Kong tak pernah sepi dikunjungi wisatwan," terang Walikota Semarang Hendar Priadi.
Bagi penyuka wisata sejarah, Sam Poo Kong menjadi pilihan pas. Ada nama besar Laksamana Cheng Ho di sana. Di masa lalu, Sam Poo Kong terkenal sebagai tokoh penjelajah bumi yang mashyur. Dia juga terkenal sebagai penyebar agama Islam yang disegani.
Namanya sangat legendaris di tengah-tengah peranakan Tionghoa. Jejak Cheng Ho di Semarang sangat mendalam, karena konon keturunan Tionghoa di Indonesia telah bekerja susah payah bersama pribumi untuk membangun Kota Semarang.
"Ekspedisi Cheng Ho yang dilakukannya juga membuahkan persahabatan dan ilmu pengetahuan.," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari.
Mumpung masih di Semarang, sekalian saja menikmati aneka macam kulinernya yang menggugah selara. Ada lumpia atau leonpia, wingko babat, mie jowo, tahu gimbal, soto bangkong, dan hingga kepala manyung.
"Mereka mencari sesuatu yang monumental dan berkesan di mata dan hati. Dan semua ada di sini (Semarang, Red)," timpal Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty.
Semua sudut Kota Semarang seperti siap menyambut tamu dengan tangan terbuka. Destinasinya banyak yang ikonik. Banyak yang sudah dikunjungi tokoh penting dunia seperti Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong beserta istrinya, Ho Ching, juga Perdana Menteri Belanda Mark Rutte bersama Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Kerajaan Belanda Melanie Schultz van Haegen.
“Semarang memiliki tempat budaya seperti Sam Poo Kong. Selalu ada kegiatan perayaan datangnya Laksamana Cheng Ho dan selalu jadi rujukan pariwisata,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Menpar Arief Yahya yang lama menimba ilmu di di Surrey University Inggris itu sangat kenal dengan kekuatan Semarang dalam pariwisata. “Saya percaya komitmen Pak Gubernur Ganjar Pranowo dan Walikota Hendar Priadi. Festival Cheng Ho menjadi tonggak sejarah yang amat penting bagi pariwisata nasional. Kitaajak wisatawan napak tilas, mengenang jejak warisan sejarah maritim dunia di Semarang,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.
(Risna Nur Rahayu)