JAKARTA - Berbagai peristiwa penting dan bersejerah terjadi pada 7 Agustus. Salah satunya puncak perlawanan rakyat Padang terhadap Belanda yang terjadi pada tanggal ini.
Pada tanggal sama 25 tahun lalu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lahir sebagai tonggak gerakan perjuangan kemerdekaan pers di Indonesia. Organisasi yang didirikan para jurnalis untuk melawan pemerintah otoriter Orde Baru yang antikritik dan membelenggu pers.
Berikut rangkuman peristiwa bersejarah yang terjadi di 7 Agustus sebagaimana dikutip Okezone dari Wikipedia, Rabu (7/8/2019).
1. Perlawanan Rakyat Padang
Pada 7 Agustus 1669 dikenal sebagai peristiwa puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang.
Sebelumnya Padang dikenal sebagai kampung nelayan yang diperintahkan oleh Penghulu Delapan Suku. VOC pada tahun 1667 kemudian dapat izin mendirikan Loji atau benteng pertama Belanda. Kemudian mereka membangun pelabuhan di Batang Arau yang belakangan dikenal Pelabuhan Muaro. Inilah titik awal pertumbuhan Padang sebagai kota pelabuhan dan perdagangan.
2. BPUPKI Berganti Nama
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang.
Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia.
BPUPKI beranggotakan 67 orang yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Ichibangase Yosio (orang Jepang) dan Raden Pandji Soeroso.
Pada 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI dan kemudian membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Lembaga ini diisi oleh 21 orang, sebagai upaya untuk mencerminkan perwakilan dari berbagai etnis di wilayah Hindia-Belanda, terdiri dari: 12 orang asal Jawa, 3 orang asal Sumatra, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang asal Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 orang asal Maluku, 1 orang asal etnis Tionghoa.
3. Kartosuwiryo Proklamasikan NII
Negara Islam Indonesia (NII) atau juga dikenal dengan nama Darul Islam (DI) adalah kelompok yang bertujuan untuk pembentukan negara Islam di Indonesia.
Ini dimulai pada 7 Agustus 1949 oleh sekelompok milisi Muslim, dikoordinasikan oleh seorang politisi Muslim, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampang, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kelompok ini mengakui syariat Islam sebagai sumber hukum yang valid. Gerakan ini telah menghasilkan pecahan maupun cabang yang terbentang dari Jemaah Islamiyah ke kelompok agama non-kekerasan.