"Sampai Salat Idul Adha selesai, jadi kami tidak melakukan ibadah serentak yang mengeluarkan suara tapi kami cukup berada di dalam gereja sambil menunggu salat ied selesai," tambah Pendeta Sutjahjono.
Selama ratusan abad kedua umat ini tak mengalami ketegangan yang berarti, meski kedua umat ini menjalankan ibadah di hari yang sama dan letak tempat ibadah yang bersebelahan.
"Bukan sesuatu yang baru dan unik atau dahsyat. Ini sesuatu yang kami warisi dari pluralisme asing dari orang-orang Belanda, sudah lebih awal menciptakan toleransi beragama ini. Kita harus menjaga ini," ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)