JAKARTA - Ustadz Yusuf Mansur mengangkat tema spirit berqurban untuk kesejahteraan umat saat menjadi khatib Solat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dalam ceramahnya, Yusuf Mansur sempat menyinggung soal digitalisasi kurban.
"Sekarang, hari-harinya fintech, e-commerce, market place, sebutlah digitalisasi qurban. Kemudian A sampai Z didigitalisasi, di-marketplace-kan, di-ecommerce-kan, difintechkan, maka qurban ini akan dinikmati oleh yang menyatukan," kata Yusuf Mansur saat berceramah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2019).
Menurut Yusuf Mansur digitalisasi kurban masuk kedalam hukum ekonomi. Dia mengajak umat Islam untuk bersatu mengembangkan potensi ekonomi yang ada di Indonesia.
"Kita harus bersatu sebelum disatukan sama yang lain. Potensi ekonomi berkurban setahun mencapai Rp69 triliun. Itu belum apa-apa," ucapnya.
Baca Juga: Menpan RB dan Menteri ATR/BPN Wakili Jokowi-JK Serahkan Sapi Limosin ke Masjid Istiqlal
Yusuf Mansur menekankan pentingnya umat Islam dalam melihat peluang ekonomi. Dijelaskannya, kurban dapat meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia. Hal itu terlihat dari laporan resmi kurban yang tembus hampir Rp10 triliun.
"Perintah kurban, secara potensi ekonomi dahsyat betul. Pelaporan resmi saja bisa tembus angka Rp10 triliun. Dengan umat melaksanakan kirban, itu artinya melaksanakan eksplorasi dan mobilisasi kurban," ucapnya.
(Edi Hidayat)