Menhan Kuliahi 8.639 Mahasiswa Baru soal Kelompok yang Ingin Mengubah Pancasila

Bramantyo, Jurnalis
Selasa 13 Agustus 2019 14:24 WIB
Menhan Ryamizard Ryacudu Berikan Kuliah Umum (Foto: Bramantyo/Okezone)
Share :

SOLO - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum perdana di Universitas Sebelas Maret.

Meski pensiunan jenderal, dengan gaya bahasa anak milinial, Menhan menekankan agar 8.639 mahasiswa baru UNS agar tidak terpengaruh dengan kelompok-kelompok yang ingin mengubah Pancasila dan NKRI.

Menhan mengambil perumpaan binatang buas Macan. Dimana, ungkap Menhan, seganas-ganasnya macan, tidak mungkin, macan itu membunuh anaknya sendiri.

"Tapi perumpaan itu tidak berlaku seperti kejadian di Jawa Timur. Dimana ada seorang ibu yang dengan tega mengajak dua anaknya menyongsong bom. Seharusnya ibu itu takut begitu pula anaknya. Tapi nyatanya tidak, kenapa bisa begitu, karena minesete telah berubah," kata Menhan yang disambut tepuk tangan para mahasiswa baru UNS, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga: 3% Prajurit TNI Terpapar Radikalisme, Menhan: Selesaikan Saja!

Padahal, pada awal menikah, ungkap Menhan, semuannya ingin cepat-cepat dikaruniai seorang anak. Bahkan rela berobat kemana-mana untuk mendapatkan anak. Bila upaya itu gagal, alternatifnya mengadopsi anak.

"Begitu punya anak, namannya seorang ibu itu sangat sayang sekali dengan anaknya. Berbulan-bulan bertahun-tahun sayang banget dengan anaknya. Tapi begitu minesete berubah, termakan oleh ajaran yang tidak benar semuannya itu sirna," ujarnya.

Karena itulah, usai kuliah umum terbuka, Menhan mengatakan apa yang disampaikan dihadapan para mahasiswa UNS ini bukan sekedar kuliah umum biasa.

Tapi, apa yang disampaikannya itu ada penekanan-penekanan terhadap mereka agar mereka tidak terpengaruh yang akan merubah Pancasila salah satunya khilafah.

"Tidak benar menaikan bendera merah putih itu khafir. Menyanyikan lagu Indonesia raya itu, khafir. Tahu tidak yang mendirikan bangsa ini sudah pada mati menyatu dengan tanah hanya untuk Pancasila," terang Menhan pada Okezone usai kuliah umum.

Menurut Menhan, cinta Tanah Air itu harus ditekankan pada para mahasiswa. Karena, mereka inilah dua puluh tahun lagi yang akan mengatur negara ini.

"Kalau tidak ada Pancasila, rusak negara ini seperti di Timur Tengah. Tidak ada lagi NKRI. padahal NKRI itu harga mati. Dan syariah itu ada di sila pertama. Para pendiri bangsa itu sudah memikirkan semuannya untuk bangsa ini. Mau bicara syariah, mau bicara Tauhid, semua ada di pancasila. Lakum dinukum waliyadin juga ada di Pancasila," jelasnya.

Sehingga, Menhan tidak memperdulikan bila dirinya orang yang paling dibenci teroris. Bagi dirinya, sampai kapanpun Pancasila dan NKRI harga mati.

"Sudah hebat itu Pancasila," pungkasnya.

(Edi Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya