Menurut dia, permintaan itu untuk menjaga marwah TNI AD dari serangan paham radikalisme. Sehingga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia akan terus tertanam dalam prajurit.
"Karena ini menyangkut ideologi negara, dan Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI)," ujarnya.
Apabila seorang calon perwira TNI, kata dia, terpapar paham radikalisme maka dapat mengancam keutuhan NKRI.
"Bisa berlawanan dengan semangat yang digelorakan oleh pemerintah dan keamanan tentang pemberantasan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme," kata politikus PKB itu.
Baca Juga: TNI AD Pastikan Enzo Allie Tidak Terafiliasi HTI