Tak Hanya Bekasi, Ternyata Depok Juga Lebih Memilih Gabung ke DKI Jakarta

Wahyu Muntinanto, Jurnalis
Rabu 21 Agustus 2019 11:43 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris (foto: Okezone)
Share :

DEPOK - Wali Kota Bogor Bima Arya mencetuskan sebuah wacana dalam pembentukan Provinsi Bogor Raya, namun sepertinya wacana itu tidak berjalan mulus, pasalnya Depok dan Bekasi lebih memilih ikut dengan DKI Jakarta.

Menanggapi wacana tersebut Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abul Somad mengatakan, memang sebaiknya wilayah Depok masuk ke dalam Provinsi DKI Jakarta. Sebab dari sisi budaya Depok lebih kental ke budaya Betawi ketimbang Sunda.

Baca Juga: Pro-Kontra Wacana Kota Bekasi Gabung Jakarta 

"Kalau saya milih dari sisi bahasa, saya memilih bahasa Jakarta, karena saya enggak bisa bahasa sunda, secara bahasa Depok hampir memiliki kesamaan bahasa dengan DKI Jakarta yakni rumpun Melayu Depok atau sering disebut betawi ora," kata Idris kepada wartawan, Selasa 20 Agustus 2019.

 

Menurut Idris, Depok tidak lah dianggap sebagai masyarakat betawi lantaran betawi sudah dikenal sebagai orang asli Jakarta. Maka dari itu sesuai SK Gubernur, Depok ini sebagai rumpun melayu.

Namun dia tak bisa, pungkiri bahwa dari sisi teritorial wilayah Depok tak bisa dipisahkan dari Jawa Barat, karena saat itu Depok masuk dalam wilayah Kabupaten Bogor.

"Melihat dari sisi kewilayahan, asal muasal Depok tidak lepas dari Jawa Barat. Ya baiknya tetap Jawa Barat, kalau dilihat dari sisi kewilayahan,” kata Idris.

Sementara bicara soal mobilitas, Idris mengakui, sebagian besar penduduk Kota Depok bekerja di Jakarta. Bahkan, separuh lebih jumlah warga Depok beraktivitas ke Jakarta.

"Iya 65 persen warga Depok komuter, 90 persen itu ke Jakarta, selebihnya ke Bogor, Bekasi. Itu ketika Jakarta Ibu Kota, nanti kalau pindah ya mungkin beda lagi," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya