TANGERANG SELATAN – Bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang juga putri KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, membantah pernyataan Tomi Patria Edwardy yang menyebut keduanya memiliki kesamaan pandangan tentang trah dinasti Atut-Airin yang harus diakhiri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.
Hal itu disampaikan tim Siti Nur Azizah kepada Okezone. Dalam pernyatannya disebutkan pertemuan antara Siti Nur Azizah dengan Tomi Patria yang berlangsung Rabu 21 Agustus 2019 di kawasan Serpong, hanya silaturahmi biasa serta tidak membahas persoalan Dinasti Atut maupun Airin.
"Pernyataan tersebut tidak benar. Saya berada di sana waktu pertemuan, dan belum ada pembicaraan ke sana," kata Tim Pemenangan Siti Nur Azizah, Denny Charter, Minggu (25/8/2019).
Ia melanjutkan, pertemuan itu merupakan silaturahmi biasa, sebagaimana dilakukan pula terhadap calon dan tokoh-tokoh masyarakat Tangsel lainnya.
"Ibu menjalin silaturahmi dengan semua pihak, termasuk dengan Pak Tomi. Mengenai isi pembicaraan sama sekali belum ada yang mengarah kepada dukung-mendukung Pilkada Tangsel, apalagi pernyataan bersama untuk mengalahkan dinasti Atut-Airin di Tangsel," tuturnya.
Menurut dia, pola perjuangan politik Siti Nur Azizah menuju perhelatan Pilkada Tangsel 2020 memiliki cara tersendiri, yaitu dengan tidak melakukan konfrontasi dengan pihak manapun. Dengan begitu, pernyataan bakal calon Tomi Patria soal dinasti Atut-Airin tidak benar sama sekali.
"Ibu tidak mau ada konfrontasi dengan siapapun. Kita ingin berpolitik positif tidak menebarkan permusuhan dengan siapa pun," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bakal calon Wali Kota Tomi Patria membeberkan kepada wartawan bahwa dia telah mengadakan pertemuan dengan bakal calon Siti Nur Azizah di kawasan Serpong.
"Kita bertemu, bersilaturahmi sambil berdiskusi, bertukar informasi. Pertemuannya santai saja, ringan. Kita sama-sama tahu keinginan masing-masing maju di Pilkada Kota Tangsel," tutur Tomi, beberapa hari lalu.