JAKARTA - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Namun, hal tersebut masih terus dalam proses pematangan.
Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Sigit Rochadi menyatakan, pemerintah harus benar-benar matang dalam proses pemindahan Ibu Kota tersebut. Pasalnya, pemerintah harus menghindari potensi konflik yang berlatar belakang kecemburuan ekonomi.
"Potensi konflik etnik yabg dilatari kecemburuan ekonomi akan terjadi. Ibu Kota baru akan dilengkapi dengan infrastruktur yang maju dengan pegawai pemerintah yang merupakan elit nasional baik secara politik maupun ekonomi," kata Sigit kepada Okezone, Rabu (28/8/2019).
Baca juga: Pemkot Balikpapan Merasa Tak Dilibatkan dalam Pemilihan Ibu Kota di Kaltim