Asa Ketua KPK kepada Kepala Negara untuk Calon Penggantinya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Selasa 03 September 2019 10:18 WIB
Ketua KPK, Agus Rahardjo (Foto: Okezone)
Share :

Berturut-turut dukungan datang dari berbagai tokoh lainnya diantaranya Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, hingga Ketum PBNU, Kyai Said Aqil Siradj. Mereka berharap agar proses seleksi KPK dapat menghasilkan calon calon pimpinan yang berintegritas tinggi.

Dari berbagai dukungan tersebut, Agus melihat banyaknya harapan publik agar Presiden dapat memilih capim KPK yang tidak bermasalah.

"Dari yang saya baca dan pahami, harapan dari semua pihak tersebut sederhana, agar Presiden memilih calon Pimpinan KPK yang berintegritas dan tidak bermasalah," ungkap Agus.

Presiden Jokowi sendiri telah menyatakan sikapnya usai menerima 10 nama kandidat dari Yenti Ganarsih Cs. Jokowi mengaku tidak akan terburu-buru‎ menyerahkan sepuluh nama tersebut ke DPR RI. Jokowi akan mempertimbangkan matang-matang sepuluh nama tersebut agar benar-benar layak memimpin lembaga antirasuah.

Bahkan, Jokowi membuka saran dan masukan dari publik ‎terkait sepuluh nama capim KPK tersebut sebelum diserahkan ke DPR. Masukan tersebut, dikatakan Jokowi, juga untuk mengoreksi kinerja Pansel.

"Kita harapkan, kita juga kan tak harus tergesa-gesa, yang paling penting menurut saya, apa yang nanti saya sampaikan ke DPR itu betul-betul nama yang memang layak," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Agus mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang tidak terburu-buru menyerahkan 10 nama tersebut ke DPR untuk menjalani fit and proper test. Menyambut pernyataan Jokowi, Agus meminta agar publik tetap mengawal 10 nama tersebut hingga resmi diserahkan Presiden ke DPR.

"KPK mengajak semua pihak untuk tetap mengawal dan menunggu 10 nama yang diajukan Presiden pada DPR secara resmi," ujarnya.

Disisi lain, Agus juga menyinggung soal rekam jejak nama-nama para capim yang telah diserahkan ke Pansel. Beberapa nama diantaranya, masih memiliki catatan buruk. Agus merincikan beberapa catatan 'merah' dari para capim KPK.

"Sebelumnya, telah disampaikan juga bahwa kami menemukan sejumlah calon memiliki rekam jejak yang bagus, namun memang ada sejumlah temuan juga yang kami sampaikan, misalnya, 1. Ketidakpatuhan dalam pelaporkan LHKPN, 2. Dugaan pelanggaran etik, 3. Dugaan perbuatan menghambat penanganan kerja KPK, 4. Dugaan penerimaan gratifikasi, dan 5. catatan lainnya," papar Agus.

Agus memastikan penelusuran rekam jejak dari KPK yang telah diserahkan ke Pansel dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun, Pansel belum sepenuhnya menyaring masukan rekam jejak dari KPK tersebut dan meloloskan sejumlah nama yang bermasalah.

'"Penelusuran rekam jejak itu jelas dapat kami pertanggungjawabkan metode dan hasilnya. Bahkan KPK juga telah mengundang Panitia Seleksi untuk melihat bukti-bukti pendukung jika memang dibutuhkan. Sedikit banyak, kami berprasangka baik, Pansel pasti membahas temuan-temuan tersebut secara internal," ucapnya.

Terakhir, Agus menitipkan asa dan harapannya kepada Presiden Jokowi dalam proses pemilihan calon penggantinya. Agus berterima kasih kepada Jokowi atas sikapnya tidak terburu-buru dalam menyerahkan 10 nama capim KPK ke DPR.

Agus sangat meyakini Jokowi akan mendengarkan suara-suara rakyat dalam menentukan calon komisioner KPK jilid V. Sebab, Agus percaya Jokowi masih punya komitmen untuk memberantas korupsi di Indonesia

"Pimpinan KPK dan segenap insan di KPK percaya, Presiden Joko Widodo mendengar suara-suara masyarakat tersebut dan akan memilih calon yang terbaik. Kami juga meyakini Presiden masih tetap berkomitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi untuk Indonesia yang lebih baik," katanya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya