Menlu Zarif juga mengatakan bahwa Iran bersama Indonesia akan terus memperjuangkan nasib rakyat Palestina, melalui berbagai forum, termasuk dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dalam organisasi gerakan non-blok, dan di PBB.
BACA JUGA: Menlu Al-Maliki: AS Buat Rencana Penyerahan Palestina ke Israel, Bukan Perjanjian Damai
Pada Juni, Pemerintah AS memperkenalkan rencana yang dinamakan “Perdamaian ke Kemakmuran” yang digadang akan memberdayakan rakyat Palestina untuk membangun masyarakat makmur melalui investasi baru senilai USD50 miliar selama 10 tahun. Namun, rencana itu dikritik karena tidak memiliki solusi politik dan sama sekali tidak menyebutkan mengenai Israel mau pun negara Palestina. Rencana yang diajukan oleh Penasihat Senior Gedung Putih, Jared Kushner itu bahkan dianggap sebagai sebuah “suap” untuk membujuk Palestina kembali ke meja perundingan.
Warga Palestina di berbagai lapisan mengkritik rencana itu sebagai upaya untuk membeli hak-hak rakyat Palestina, tanpa mengatasi masalah-masalah politik inti, terutama pendudukan Israel yang telah menghancurkan kehidupan sehari-hari warga Palestina selama beberapa dekade.
(Rahman Asmardika)