Babi Indonesia Invasi Malaysia Melalui Selat Malaka

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Jum'at 06 September 2019 16:42 WIB
Babi hutan. (Foto/Wikipedia Commons)
Share :

MALAKA – Babi hutan Indonesia invasi ke Malaysia. Mereka berenang melalui selat Melaka.

The Star menulis, “Di atas masalah imigran yang masuk secara ilegal, negara (Malaysia) saat ini menghadapi masalah lintas batas lainnya—invasi babi hutan dari Indonesia.”

Ketua Komite Pertanian, Pengembangan Agribisnis, dan Koperasi Melaka, Norhizam Hassan Baktee mengatakan, babi hutan adalah perenang yang hebat, tetapi pemerintah tidak ingin babi hutan dari Sumatera habitat baru Melaka.

“Invasi babi hutan membuat kami putus asa karena populasi hewan meningkat di Melaka,” kata dia mengutip The Star, Jumat (6/9/2019).

"Pulau mistis Pulau Besar di sini telah rusak akibat migrasi puluhan babi hutan, termasuk anak babi," lanjut dia, menambahkan Melaka saat ini banyak dihuni babi hutan liar asal Indonesia.

Dia mengatakan jumlah babi hutan bisa melebihi jumlah manusia di Pulau Besar jika situasinya tidak terkendali.

"Pulau Besar menjadi titik pendaratan bagi babi hutan sebelum mereka menyeberang ke daerah pesisir lainnya," ujar Norhizam.

Dia mengatakan, Departemen Satwa dan Taman Nasional Melaka (Perhilitan) sekarang fokus pada pemberantasan populasi babi hutan di Pulau Besar.

"Perhilitan membawa tiga penembak dalam sebuah misi untuk menyelamatkan Pulau Besar dari invasi babi hutan," katanya.

Norhizam mengatakan Pulau Besar adalah situs penting untuk Melaka dan dikaitkan dengan kisah-kisah mitos. Salah satunya yang paling populer legenda Putri Gunung Ledang.

Sang putri peri dikatakan secara tidak sengaja menusuk suaminya dengan jarum beracun saat berlayar di lepas pantai di sini dan kemudian menggunakan Pulau Besar sebagai batu loncatan untuk terbang ke Gunung Ledang.

Pulau-pulau di sini juga dikaitkan dengan armada harta karun terkenal abad ke-15 China yang dikomandoi oleh Laksamana Zheng He atau Cheng Ho.

Zheng He menggunakan Malaka sebagai pangkalan maju untuk perjalanan ke India, Sri Lanka, dan seterusnya ke Afrika. Bagian dari armadanya dikatakan berlabuh di sini.

Pulau Besar juga merupakan rumah bagi beberapa sumur kuno, tempat pemujaan, dan kuburan yang telah menjadi objek wisata populer.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya