Rowo Bayu, "Desa Penari" Saksi Peradaban Kerajaan Blambangan

Avirista Midaada, Jurnalis
Sabtu 07 September 2019 09:30 WIB
Rowo Bayu, Banyuwangi (Foto: Dokumentasi Pribadi/Ist)
Share :

Dari referensi buku sejarah, The History of Java karya Thomas Stamford Raffles disebutkan karena puputan bayu atau peperangan bayu yang sedemikian dasyatnya penduduk Blambangan yang awalnya dihuni 80.000 orang pada 1750-an, hanya tinggal 8.000 jiwa saja setelah peperangan bayu ini.

Namun hingga musnahnya Kerajaan Blambangan, VOC Belanda tak dapat menangkap Tawangalun dan cucunya, yang diduga moksa atau menghilang lantaran hingga saat ini tak ditemukan keberadaan makam atau jasadnya.

"Tawangalun itu moksa tidak mati terbunuh, hingga sekarang tidak ditemukan kuburannya. Di Bayu sendiri setelah peperangan ada yang dijadikan tempat pabrik pemotongan kayu oleh Belanda, tapi setelah kalah dari Jepang itu sudah tidak ditempati lagi," terang Syaiful.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya