Berjualan Sajadah untuk Membantu Anak Yatim-Piatu
Serka Iswandi pun mengisahkan suka-duka dalam membantu anak yatim-piatu dan duafa. Kejadian itu pernah ia alami saat bulan Ramadan. Ketika ia kekurangan anggaran untuk diberikan ke anak yatim-piatu hingga membuatnya berjualan sarung dan sajadah dari rekan sejawatnya, meski bayarnya memakai kurun waktu atau membantu menjualkan dan untungnya untuk diberikan ke anak yatim-piatu.
"Teman saya, Serda Yatris, mengizinkan untuk bisa ngutang kain sarung dan sajadah. Kalau habis terjual, baru bayar. Alhamdulillah dalam tempo lima hari ada 100 potong terjual dan keuntunganya buat anak yatim-piatu dan duafa kurang lebih 25 anak. Di hari keenam, saya pesan kembali sarung 200 potong dan 67 sajadah, dan terjual 363 potong. Lebaran kurang empat hari, mereka saya panggil, dan saya bagikan di rumah saya," katanya.
Mendapat Bantuan dari Pangdam Jaya
Yayasan Fajar Qolbi mendapat bantuan anggaran dari Panglima Kodam Jaya. Hal itu, menurut Serka Iswandi, dilakukanya pada momen penting yakni 'Jam Pangdam Jaya' tentang Persiapan Pensiun. Ia menceritakan bahwa telah mengasuh puluhan anak yatim-piatu dan membutuhkan anggaran untuk membayar biaya pendidikan.
"Saya sampaikan ke Pangdam Jaya bahwa yayasan saya bergerak dalam bidang sosial yang terdiri dari 68 yatim-piatu, 71 kaum duafa. Kebutuhan setiap bulan Rp20.850.000 buat program uang saku, tambahan belanja kaum duafa. Sedangkan kebutuhan mendesak yakni bayar sekolah anak yatim yang jumlahnya mencapai Rp100 juta," urainya.
"Dijawab oleh Pangdam Jaya 'LUNAS' dan dua hari dananya cair. Saya langsung nangis terharu dan langsung saya bayarkan sesuai kebutuhan anak tingkatan paud, SD, SMP, SMA, termasuk yang di pondok pesantren yakni penghafal Alquran. Semua terbayar sampai bulan Desember 2019. Alhamdulillah, 15 September 2019 sudah diresmikan oleh Bapak Dandim 0506 Tangerang disaksikan unsur muspika," paparnya.