"Untuk mendukung hal tersebut, di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setidaknya harus ada color sorter yang bisa menyaring warna dan polisher untuk mengkilapkan," ujarnya.
Ketertarikan akan beras ketan hitam juga diungkapkan oleh Lewi dari PT Profil Mitra Abadi. Menurutnya, selama ini memang pasar Eropa mulai berminat ke produk organik.
"Jadi karena di sekitar sini (Kecamatan Pacet, Bandung) sudah banyak praktek budidaya organik alangkah bagusnya kalo ketan hitam disini juga organik," tuturnya.
Lewi menjelaskan, trend di Eropa sekarang ingin mengkonsumsi karbo yang non gluten, salah satunya ketan hitam. Karena itu, cecep juga ingin mengembangkan olahan ketan hitam menjadi produk ekspor.
"Ini menarik sekali, rengginang ini bisa jd crackers yang sehat dan non gluten. Akan lebih baik dibandingkan olahan tepung," jelasnya.