Tokoh Agama Minta Mahasiswa yang Studi di Luar Papua Tak Mudik

Edy Siswanto, Jurnalis
Minggu 22 September 2019 00:07 WIB
Demo mahasiswa dan pemuda Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Foto : Arif Julianto/Okezone)
Share :

JAYAPURA – Mantan Ketua Gereja Sinode Papua Pendeta Alberth Yoku. sangat menyayangkan kembalinya sekitar ratusan mahasiswa asal Papua dari kota studinya.

Pdt Alberth Yoku yang juga ketua tim 61 Tokoh Papua yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu di Istana Negara ini menyebut, harusnya para mahasiswa yang pulang ke Papua itu ingat akan masa depannya.

"Mereka harus ingat, masa depan Papua itu adalah mereka. Ijazah itu sangat penting," katanya, Sabtu (21/9/2019).

Ia mengakui, sebelum bertemu Presiden Jokowi, pihaknya telah bertemu berbagai mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ia mengatakan, mereka memiliki prinsip diutus orangtua untuk menempuh pendidikan tinggi dengan harapan mendapat ijazah untuk masa depan.

"Harus diikuti prinsip itu. Bersusah-susah dahulu baru senang kemudian. Mau hujan anginkah, makan tidak makan harus berjuang dulu. Ingat, orangtua ingin anaknya sukses," ucapnya.

Ia sangat menyayangkan para mahasiswa yang akibat provokasi mesti meninggalkan kota studinya.

"Dia (mahasiswa-red) harus berani mengambil keputusan untuk tidak ikut-ikutan. Harus diingat juga, kalau mau jadi seperti Bapak Lukas Enembe atau gubernur ke depan, tanpa ijazah maka tidak bisa menjadi pejabat. Mereka harus mengambil keputusan pribadi yang strategis untuk masa depannya," ujarnya.

Jika para mahasiswa tersebut memilih pulang dan terprovokasi, ia menyebut mereka telah mengorbankan masa depannya.

"Kalau mereka tidak mau pulang, ya dia mengorbankan masa depannya. Kalau mereka mau menjadi pegawai negeri ya ijazah yang menentukan. Semua dari situ, rugi sekali kalau mereka tidak melanjutkan studi," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya