JAKARTA - Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) memanfaatkan, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan eksodus ketempat kelahirannya.
"Dugaan dalang kerusuhan di Jayapura itu lebih kompleks. Untuk di Jayapura ada ULMWP yang berkomunikasi dengan KNPB. Nah KNPB memanfaatkan AMP. AMP ini AMP yang exodus, yang melakukan tindakan serang kepada aparat," kata Dedi kepada wartawan, Selasa (24/9/2019)
Baca juga: Polri : Kerusuhan di Papua Diciptakan untuk Curi Perhatian Sidang PBB
Kata Dedi, berdasarkan data yang dihimpun saat ini ada 73 anggota AMP telah diperiksa oleh Polda Papua, ke 73 orang itu diduga melakukan tindakan anarkis seperti penyerangan, pembakaran dan perusakan.