"Semuanya dalam proses pemeriksaan. Ada 73 orang, semua mahasiswa eksodus yang diperiksa, yang terlibat langsung dalam kerusuhan," lanjutnya.
Baca juga: Masalah Papua Kompleks, KontraS: Operasi Militer Hanya Perkeruh Keadaan
Hal ini disimpulkan, bahwa kerusuhan di Wamena dan Jayapura Papua diduga kuat diciptakan oleh oknum.
"Untuk kejadian Papua, kita harus melihatnya secara luas. Bahwa sedang ada Sidang Umum PBB di New York tanggal 23 sampai 27 September ini," lanjutnya.
"Kaitannya dengan situasi terkini di Papua, diduga kelompok-kelompok yang mendalangi kerusuhan di Papua memanfaatkan momen untuk mencari perhatian karena sedang ada Sidang Umum PBB," tutupnya.
(Awaludin)