Mahasiswa Bergerak, Ramai-Ramai Tolak Aturan Bermasalah

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Rabu 25 September 2019 06:57 WIB
Foto: Okezone
Share :

Mahasiswa Bergerak

Hampir seluruh elemen mahasiswa di pelosok daerah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menuntut RUU KUHP segera dibatalkan. di Yogyakarta, aksi Gejayan Memanggil diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa yang tumpah ruah turun ke jalan.

Di Makassar Sulawesi Selatan, ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di flyover Makassar. Aksi mahasiswa berujung ricuh saat berada di depan Gedung DPRD Sulsel. Polisi kemudian menembakkan gas air mata ke massa aksi tersebut.

Beberapa mobil polisi yang terparkir di jalan dilempari oleh massa yang berada di atas jembatan flyover Makassar. Lagi-lagi polisi terpaksa memukul mundur menggunakan tembakan gas air mata.

Di Palembang, Sumatera Selatan, aksi mahasiswa juga berujung ricuh. Polisi menembakkan gas air mata ke barisan massa aksi sehingga banyak dari mereka yang terluka.

Pantauan iNews, kericuhan bermula saat terduga provokator melempar batu dari arah polisi ke para mahasiswa. Massa lantas kesal dan membalas timpukan tersebut ke barikade petugas.

Di Medan, Sumatera Utara, aksi unjuk rasa mahasiswa berakhir ricuh, massa sempat hendak ditemui oleh sejumlah perwakilan anggota dewan, namun menolak dan meminta masuk untuk menemui pimpinan DPRD. Polisi tidak dapat memenuhi permintaan massa aksi.

Aparat kemudian menutup pintu gerbang DPRD yang kemudian dibalas mahasiswa dengan aksi dorong pagar. Karena mahasiswa mulai anarkis, polisi melepaskan tembakan gas air mata serta meriam air (watercanon) untuk membubarkan massa aksi.

Massa aksi melakukan perlawanan dengan melempari batu ke arah Kantor DPRD Sumatera Utara (Sumut). Mobil polisi yang berada di areal luar gedung pun jadi sasaran. Satu kendaraan polisi bahkan dibakar massa aksi.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan, bahwa aksi unjukrasa mahasiswa yang berujung kericuhan di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, pada Selasa (24/9/2019) sore tadi, telah ditunggangi.

Tak tanggung-tanggung, orang yang diduga menunggangi aksi demo itu adalah seorang buronan kasus tindak pidana terorisme.

Di Jakarta sendiri, demonstrasi terjadi hingga tengah malam. Massa pedemo yang urung membubarkan diri justru membakar banyak barang di sekitar gedung parlemen dan dibalas dengan tembakan gas air mata oleh aparat keamanan.

Massa justru bergerak lebih liar ke arah Stasiun Palmerah yang membuat pengunjung KRL panik dan berhamburan keluar. Operasional stasiun sempat terhenti, namun tak lama kembali normal.

Bentrokan antara massa pedemo dengan pihak kepolisian masih terjadi di Jalan Gelora dekat Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/9/2019), dini hari.

Pantauan Okezone, para pendemo terlihat melemparkan bom molotov ke arah polisi yang berada di pintu belakang gedung parlemen. Molotov tersebut dibalas pihak kepolisian dengan menembakkan gas air mata.

Sejumlah massa pendemo masih tampak berkumpul di pasar Palmerah. Mereka bertahan dan melakukan perlawanan dengan melemparkan batu hingga bom molotov.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya