Selain Dipakai Petani, Alsintan dari Kementan Bisa Disewakan

, Jurnalis
Kamis 26 September 2019 11:59 WIB
Sarwo Edhy (Foto: Kementan)
Share :

JAKARTA - Bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) diharapkan tak hanya mempermudah petani dalam mengelola kebun, tapi bisa menjadi sumber penghasilan. Misalnya, alsintan disewakan dan hasilnya dipakai untuk biaya perawatan peralatan tersebut.

"Alsintan yang dikelola secara khusus oleh UPJA atau KUB tersebut hasil sewanya bisa digunakan untuk beli sparepart dan biaya perawatan. Bahkan, kalau hasil sewanya banyak, pengelola bisa beli alsintan untuk mengembangkan usahanya," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy pada Rabu 25 September 2019.

Menurut Sarwo Edhy, apabila alsintan dikelola dengan baik, akan mendorong dan mempercepat terwujudnya pertanian modern. Petani yang memanfaatkan alsintan pun bisa lebih cepat dalam mengolah lahan, tanam dan panen.

"Petani yang sudah memanfaatkan alsintan produksi pertanamannya pun meningkat. Dari sebelumnya hanya 2 kali/tahun, setelah menggunakan alsintan bisa tanam 3 kali/tahun. Sehingga IP pun meningkat," jelas Sarwo Edhy.

Untuk mempermudah aplikasi alsintan sampai ke tingkat petani, pemerintah bersama penyedia jasa alsintan terus melakukan pelatihan langsung cara mengoperasikan alsintan di sejumlah Poktan dan Gapoktan.

"Ada juga pelatihan cara merakit alsintan untuk para operator dan ada juga pelatihan tata cara pengoperasian alsintan," ujarnya.

Sarwo Edhy juga mengatakan, sampai saat ini sejumlah pengelola alsintan di desa-desa tak ada masalah dengan sparepart. Sebab, penyedia alsintan sudah menyiapkannya. Bahkan, penyedia alsinta memberi garansi selama setahun.

"Di sejumlah UPJA juga sudah ada yang mengintegrasikan usahanya dengan usaha perbengkelan. Kami juga sudah menyiapkan mobil service alsintan yang keliling di sejumlah daerah meski jumlahnya tak banyak," papar Sarwo Edhy.

Apabila di satu desa atau kecamatan ada alsintan yang berlebih bisa dimanfaatkan ke daerah lainnya. "Sebab setelah kami lakukan evaluasi memang ada beberapa desa yang penggunaan alsintannya kurang maksimal. Sehingga alsintan tersebut bisa dioptimalkan ke daerah lain," tutur Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy mengatakan, petani di berbagai daerah harus paham tentang UPJA. Sebab, dengan memiliki UPJA, akan memberikan manfaat tambahan untuk petani.

"UPJA merupakan sebuah lembaga ekonomi di pedesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alsintan untuk memperoleh keuntungan usaha. UPJA melayani jasa alsintan untuk keperluan pra panen, panen, hingga pasca panen," jelas Sarwo Edhy.

Alsintan pra panen yang disediakan di antaranya seperti traktor dan pompa air. Sedangkan alsintan panen berupa power thresher (mesin perontok gabah), dan alsintan pasca panen berupa RMU (Rice Milling Unit), untuk penggilingan padi.

UPJA dalam hal ini dikelola oleh seorang manajer yang membawahi para operator. Apabila dibutuhkan, manajer berhak mengangkat petugas administrasi, keuangan, dan teknisi. UPJA dapat dibentuk di suatu wilayah dengan pertimbangan bisa tidaknya memberikan keuntungan usaha.

Tidak dapat dipungkuri, kurangnya ketersediaan alsintan sangat mempengaruhi hasil usaha petani. Oleh karena itu, diperlukan ketersedian alsintan yang mencukupi. Sementara itu, petani tidak mempunyai modal yang cukup untuk membeli alsintan sendiri.

"Nah, di sinilah UPJA memainkan perannya. UPJA diperlukan petani sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan alsintan. Dengan menggunakan UPJA, petani hanya perlu mengeluarkan biaya jasa sewa (sesuai kesepakatan)," pungkasnya. (adv)

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya