Begitupun pengakuan dari siswa SMP berinisial A (14), dia mengaku berniat pergi ke Jakarta karena diajak teman-temannya untuk bermain, bukan berdemonstrasi. Selepas jam sekolah, dia lantas bergabung bersama teman dari sekolah lain menuju stasiun Rawa Buntu, Serpong.
"Saya enggak tahu mau demo, saya ikutan aja. Kan dikira mau main-main aja ke Jakarta, pas tahu mau demo itu waktu kumpul sama anak dari sekolah lain di dekat stasiun kereta. Akhirnya saya ikutan juga," tuturnya.
Baca Juga: Ingin Unjuk Rasa ke DPR, 200 Pelajar di Depok Diamankan Polisi
Petugas memisahkan posisi antara para siswa aktif maupun para alumni dan remaja putus sekolah. Masing-masing mereka diharuskan mengisi data terlebih dahulu. Sementara, pihak keluarga, orang tua, maupun guru dari sekolah asal telah datang menunggu untuk menjenguk.
"Ya kita enggak tahu tadi mau pergi kemana, taunya kan dia sekolah kayak biasa, enggak tahu mau ikutan demo. Tadi hubungi katanya di Polsek Serpong, dibawa karena mau demo," ucap salah satu keluarga pelajar yang datang ke Polsek Serpong.
Polisi akhirnya melepas para siswa dan alumni setelah perwakilan keluarga maupun guru berkomitmen memberi pengarahan. Mereka menandatangani pernyataan untuk tidak mengulangi kembali hal-hal tersebut di kemudian hari.
"Kita lakukan pembinaan, panggil orang tua, guru, setelah itu kita beri penjelasan mengapa mereka kita amankan kesini. Baru kemudian kita pulangkan," tegas Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono, Kapolsek Serpong.
(Fiddy Anggriawan )