Menurut dia, aksi unjuk rasa yang dilakukan para pelajar itu awalnya berlangsung secara tertib dan sesuai dengan aturan. Namun, kerusuhan terjadi lantaran ada provokator yang menyelinap di antara mereka.
"Tapi ketika ada satu provokator ngelempar batu ke Polisi yang jaga beringas dia. Itu lah bahaya massa ketika ada provokator kasihan yang tadinya aksi damai," ujarnya.
Baca Juga : Disdik DKI Data Pelajar yang Ditangkap saat Demo Ricuh di DPR
Saat ini, Ratiyono mengaku sedang berkordinasi dengan jajaran Polda Metro Jaya untuk mendata jumlah pelajar asal Ibu Kota yang terlibat di dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.
"Setelah setiap kejadian ketika ada informasi ada yang di Polda, pasti kami utus pejabat yang merapat ke Dirkrimum untuk minta data. Nanti data itu dikroscek dari SMA/SMK mana," kata Ratiyono.
(Angkasa Yudhistira)