Dia menduga sang habib itulah yang merencanakan membunuhnya. “Habib itu yang merancang untuk membunuh saya di situ bersama dengan penyedia ambulans yang mengaku sebagai tim medis.”
Ninoy Karundeng mengaku orang yang mengaku sebagai tim medis sempat menginterogasinya dan membuka akun media sosial miliknya.
"Tim medis ini yang sejak awal menginterogasi, melihat, mengumumkan, mereka juga membuka media sosial saya, setelah tahu nama lengkap, nama asli saya di situ mereka melihat komentar-komentar ataupun tulisan-tulisan saya," papar Ninoy.
Ninoy Karundeng mengaku takut dan trauma setelah kejadian itu, terlebih ada orang yang mencari istri dan anaknya.
"Saya sekarang setiap keluar ke mana-mana saya takut, karena ada seorang yang menanyakan tentang nama istri dan anak saya," tutupnya.
(Salman Mardira)