Dofiri menjelaskan, polisi tidak memberikan rekomendasi terkait gambaran situasi dan pengamanan rencana kuliah umum Ustadz Abdul Somad di UGM. Terlebih, penyelenggaraannya pun dilakukan di masjid layaknya kajian pada umumnya.
"Tidak perlu kali (ada rekomendasi) di masjid. Memang tidak perlu," tutur Dofiri.
Dofiri meyakini pembatalan kuliah umum UAS bukan karena ditolak oleh masyarakat. Menurutnya kultur warga Yogyakarta sangat humanis dan damai. Tapi, ia yakin UGM bisa menyelesaikan masalah ini.
"Tidak lah, tidak akan sejauh itu. Semua pihak dewasa, bisa menyelesaikan itu dengan baik. Jadi kita tidak terlalu jauh untuk mengantisipasi karena internal di universitas sendiri saya kira sudah bisa menyelesaikan itu," tutup Dofiri.
(Salman Mardira)