JAKARTA - Penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto adalah tindakan biadab terhadap institusi negara. Hal tersebut diutarakan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru, Kamis (10/10/2019).
Sebagai Menkopolhukam, kata dia, Wiranto bisa dipandang sebagai figur yang merepresentasikan institusi negara.
“Itu artinya paham radikal sudah amat sangat serius merusak Pancasila. Saatnya sekarang Pemerintah tegas menggebuk serta mengedukasi orang yang terpapar paham radikal,” tegas pria yang akrab disapa Gus Falah itu, Kamis (10/10/2019).
Gus Falah khawatir penyerangan terhadap Wiranto disusul penyerangan pada institusi negara yang lainnya. “Penyerangan kepada Pak Wiranto adalah bentuk kebiadaban,” ujarnya.