Ninoy Karundeng Ungkap Tulis Surat Pernyataan "Tak Ada Penganiayaan" dalam Ancaman

Sarah Hutagaol, Jurnalis
Jum'at 11 Oktober 2019 04:30 WIB
Share :

JAKARTA - Pegiat media sosial sekaligus relawan Jokowi, Ninoy Karundeng angkat bicara terkait beredarnya surat pernyataan "tak ada penganiayaan". Ia mengakui kalau surat itu memang ditulis oleh tangannya sendiri

Ninoy mengaku mendapatkan tekanan, dan ancaman saat menulis surat tersebut. Namun, ia tak menyebutkan nama seseorang yang menekan dirinya untuk menulis surat pernyataan.

"Itu betul saya yang menulis surat itu. Kalau saya tidak menulis, saya akan dibunuh. Saya harus mengikuti apa yang mereka mau. Saya harus menyelamatkan nyawa saya. Saya tidak bisa berbuat apapun kecuali mengikuti mereka," ujar Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga: Diperiksa Kasus Ninoy Karundeng, Novel Bamukmin Dicecar 33 Pertanyaan soal 'Habib'

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah surat pernyataan yang diduga ditulis oleh Ninoy Karundeng beredar viral di media sosial. Surat tersebut ditulis tangan pada tanggal 1 Oktober 2019.

Dalam surat tersebut, Ninoy menuliskan bahwa tidak ada peristiwa penganiayaan terhadap dirinya di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September.

Bahkan, Ninoy menyebutkan kalau pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) Masjid Al-Falah telah menyelamatkan dirinya dari massa aksi unjuk rasa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya