Abu Rara Tinggalkan Judi dan Narkoba, Berniat ke Suriah hingga Tusuk Wiranto

, Jurnalis
Jum'at 11 Oktober 2019 13:31 WIB
Syahrial Alamsyah alias Abu Rara (kanan) dijaga polisi (Istimewa)
Share :

MEDAN – Syahrial Alamsyah alias Abu Rara (37), pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto, ternyata pernah berniat berangkat ke Suriah untuk berjihad. Dia bahkan mengajak teman kampungnya untuk ke Timur Tengah.

Abu Rara merupakan warga Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Dia kemudian meninggalkan kampungnya dan tinggal di Menes, Pandeglang, Banten.

Alex (39), teman dekat Abu Rara mengungkapkan perubahan perilaku Abu Rara sebelum hijrah ke Banten.

Baca juga: 7 Fakta Penusukan Wiranto oleh Terduga Teroris Jaringan ISIS

Menurut Alex, Syahrial mulai menunjukkan perubahan sikap drastis sejak pulang dari Malaysia setelah lima bulan merantau di Negeri Jiran itu. Syahrial meninggalkan perilaku maksiat seperti main judi, pakai narkoba dan mulai rajin ibadah serta mengenakan kopiah ke mana-mana.

Penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang (Istimewa)

"Segala perilaku buruk, mulai narkoba maupun judi ditinggalkannya. Saya dulu itu teman dekatnya," ujar Alex di Jalan Alfakah V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Kamis 10 Oktober 2019 malam.

Sebagai sahabat, Alex mengetahui betul perilaku Syahrial Alamsyah.

"Istri pertamanya bernama Kanti Neta, berpisah dengan Syahrial Alamsyah karena tidak ada kecocokan. Perceraian itu membuat Alamsyah stres bercampur frustasi. Sejak saat itu, Alamsyah tidak pernah absen dalam urusan narkoba, judi toto gelap maupun maksiat,” ujar Alex seperti dikutip dari Sindonews.

Baca juga: Kronologi Lengkap Perjalanan Wiranto ke Pandeglang hingga Ditusuk Pasutri

Alex mengaku pernah ditunjukkan materi dari Suriah oleh Syahrial. Bahkan sempat diajak untuk bergabung.

"Tapi saat waktu bicara itu sama dia, saya iyakan saja. Kalau saya bantah kan nggak enak. Padahal dalam hati kita NKRI harga mati," kata Alex.

Alex mengaku tidak lagi berhubungan dengan Alamsyah setelah pindah ke kawasan Mabar. Pertemuan terakhirnya dengan Syahrial sekitar tahun 2015 di rumahnya di Jalan Alfaka VI. Saat itu, rumah Syahrial belum digusur akibat proyek pembangunan jalan Tol Medan-Binjai.

"Bila dihitung dari pertemuan terakhir, kami berdua sudah empat tahun tidak ketemu. Saya terkejut karena orang yang saya kenal ternyata pelaku penusukan Menko Polhukam. Berarti tidak meleset dugaan saya, bahwa dia itu sudah masuk kelompok aliran keras," ujarnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya