Kapolda Papua & Pangdam Cenderawasih Akan Kembali ke Wamena

Chanry Andrew S, Jurnalis
Minggu 13 Oktober 2019 14:24 WIB
Kapolda Papua Paulus Waterpauw
Share :

TIMIKA - Pasca insiden penyerangan terhadap pekerja bangunan di Wamena, Papua, Sabtu 12 Oktober 2019, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw telah memerintahkan Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Saya sudah memerintahkan Direktur Reskrim Umum (Direskrimum) Polda Papua beserta penyidik, untuk membantu penanganan kasus ini,"ungkap Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, di Timika, Minggu (13/10/2019).

Dirinya mengatakan pasca insiden tersebut bersama Pangdam XVII Cenderawasih akan ke Wamena untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi serta melakukan evaluasi dan penempatan pos-pos.

"Saya akan ke Wamena lagi untuk melakukan koordinasi, khususnya tugas anggota Polri untuk terus melakukan patroli dan lainnya," kata Waterpauw.

Saat di tanya wartawan mengenai situasi kota Wamena yang sudah kondusif namun masih terjadi kejadian penyerangan terhadap para pekerja bangunan pada Sabtu (12/10/2019) kemarin, Waterpauw mengatakan, pasca kerusuhan yang terjadi pada 23 September 2019 lalu di Wamena sudah bisa ditanggulangi oleh kekuatan personil yang berlapis. Sehingga kondisi pembakaran serta lainnya langsung bisa ditangani dan tidak meluas.

Tetapi tentunya pelaku kejahatan selalu ada, baik yang menggunakan sajam dan senpi menjadi ancaman. Karena itu melalui Kapolres dihimbau kepada pekerja agar tidak keluar dari Wamena.

"Kalau sudah lepas dari Wamena, maka susah untuk melakukan pengawasan. Ditambah lagi dengan luas wilayah Wamena yang seperti itu," tuturnya.

Terkait insiden penyerangan terhadap pekerja bangunan yang menyebabkan seorang pekerja bangunan meninggal dunia, pihak kepolisian telah mengetahui ciri-ciri pelaku, menurut Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw pelaku penyerangan terhadap sejumlah pekerja bangunan dilakukan oleh anak-anak muda yang tidak memiliki pekerjaan atau "freeman".

"Ini dilakukan anak-anak muda yang ingin hidup enak, tapi tidak mau bekerja. Sehingga melakukan gangguan-gangguan berupa perampasan dan sebagainya,"ungkap Waterpauw.

Waterpauw menjelaskan dua orang pekerja bangunan yang menjadi korban, merupakan tukang bangunan yang baru saja mengerjakan pekerjaan kamar mandi di Gereja Katolik, Kampung Woma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Baca Juga : Aburizal Bakrie : Wiranto Khawatir Kebangkitan Islam Radikal

Baca Juga : Hasil Rakernas Putuskan Ma'ruf Amin Jabat Ketum MUI hingga Munas 2020

Di mana kejadiannya dekat dengan jembatan, samping Kampung Woma. Kata Kapolda, ia sendiri sudah pernah turun ke tempat tersebut.

"Masyarakat di Kampung Woma agak sedikit tertutup. Diduga banyak melakukan kekerasan terhadap ruko-ruko saat kejadian kemarin," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya