Selanjutnya B yang kedua adalah Belajar, dari B yang kedua ini untuk mengasah pengetahuan anak, kemudian B yang selanjutnya adalah Bermain bersama orangtua, dalam permainan bisa menggunakan metode teta teki atau cerdas tangkas.
“B terakhir adalah Berdiskusi atau bercerita, dengan cara demikian akan teratasi. Tv dimatikan gadget ditutup. Karena hal yang dirinduka anak itu ibu dan bapak,” tuturnya.
Seperti diketahui, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat (Jabar) merawat ratusan anak yang mengalami gangguan jiwa, akibat kecanduan gadget atau gawai, sejak Rabu 16 Oktober 2019.
Dokter spesialis jiwa anak RSJ Jabar, Lina Budiyanti mengatakan, pihaknya sudah merawat ratusan pasien anak. Setiap bulannya, sebanyak 10 hingga 12 pasien anak harus menjalani rawat jalan maupun inap.
(Arief Setyadi )