Ubi Cilembu Sumedang Jadi Primadona Masyarakat Singapura, Hongkong dan Malaysia

, Jurnalis
Kamis 24 Oktober 2019 16:07 WIB
Foto: Kementan
Share :

Ditemui terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Amirudin Pohan, menyampaikan bahwa peluang ekspor berbagai jenis ubi jalar termasuk ubi cilembu masih terbuka lebar. “Tahun 2018 saja Indonesia berhasil mengekspor 10.000 Ton ubi jalar, baik yang segar, beku, maupun olahan. Selain itu masyarakat baik dalam dan luar negeri pun saat ini sedang sangat memperhatikan kesehatan dan mencari sumber karbohidrat tinggi serat selain nasi dan gandum, ubi jalar lah salah satu yang menjadi favorit karena mudah diolah menjadi berbagai panganan” jelas Amir.

Dia menambahkan, produk-produk organik saat ini lebih diminati pasar ekspor sehingga petani maupun pengusaha harus lebih aktif untuk mencari peluang ekspor, serta menciptakan inovasi produk yang dibutuhkan konsumen.

“Berdasarkan data ekspor yang kami miliki, pada tahun ini Indonesia berhasil mengekspor 6,000 ton ubi jalar termasuk ubi cilembu didalamnya ke Jepang, Hong Kong, Korea, China, Thailand, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Amerika Serikat” terang Amir.

Dia pun turut mengimbau para petani maupun penggiat budidaya ubi jalar untuk menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) SERTA memanfaatkan varietas-varietas unggulan hasil Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) di Malang untuk menghasilkan ubi jalar berkualitas prima dan unggul baik dari segi produktivitas budidaya serta daya simpan dan cita rasa. “Dengan menerapkan budidaya organik, petani tidak hanya menyediakan pangan yang baik untuk masyarakat domestik dan internasional, tetapi juga turut ikut menjaga dan melestarikan lingkungan,” tutup Amir. (adv)

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya