JAKARTA - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka bertekad maju Pilkada Kota Solo 2020. Tetapi, Gibran tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan Kota Solo karena partai tersebut mengusung Achmad Purnomo dan Teguh Prakoso.
Gibran tidak patah arang. Dia kemudian mendaftarkan diri menjadi kader PDI Perjuangan. Setelah itu, pria berusia 32 tahun tersebut sowan ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk membuktikan keseriusannya maju di Pilwalkot Solo.
Baca Juga: Bertemu Megawati, Gibran Sampaikan Keseriusannya Maju di Pilwalkot Solo
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, peluang Gibran untuk diusung PDIP di Pilwalkot Solo 2020 masih terbuka. Sebab keputusan akhir pencalonan berada di tingkat pusat. Ujang melihat Gibran sedang melakukan lobi elite.
"Masih berpeluang. Karena Gibran gunakan lobi elite. Gunakan lobi atas dan lobi Jakarta. Gibran tahu apa yang harus dilakukannya. Ditolak di Solo berangkat ketemu Mega. Berpeluang, karena rekomendasi calon wali kota itu dari DPP PDIP. Bukan dari DPC PDIP Solo," kata Ujang kepada Okezone, Jumat (25/10/2019).
Kendati demikian, Ujang menyoroti terbentuknya dinasti politik manakala Gibran maju dan terpilih di Pilwalkot Solo. Ia menilai Jokowi tidak konsisten karena dulu tidak mau keluarganya masuk politik.