TransJakarta Makin Jaya, Dicintai Warga Diakui Dunia

, Jurnalis
Jum'at 25 Oktober 2019 12:30 WIB
Bus TransJakarta (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
Share :

JAKARTA - Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta membuahkan hasil memuaskan. Layanan optimal tak hanya dirasakan oleh warga ibukota, juga diakui oleh dunia lewat perolehan Honorable Mention dalam gelaran Sustainable Transport Award 2020. Operasional BRT TransJakarta dinilai cepat, nyaman, aman, serta tepat waktu.

"Anugerah Transportasi Berkelanjutan menunjukkan kemauan politik bahwa (pemerintah) kota berkemampuan penuh untuk menempatkan solusi jitu guna memperbaiki lingkungan kota,” kata Aimee Ganthier dari Komite Sustainable Transport Award 2020 yang menganugerahi Honorable Mention kepada Jakarta.

Bus Transjakarta melaju pada lintasan terpanjang di dunia, yakni 251,2 kilometer. Sejak 2004 – 2017, rata-rata penumpang harian Bus Transjakarta berkisar 300.000 penumpang per hari. Dan pada 2019, jumlahnya naik dua kali lipat menjadi 641.000 penumpang per hari.

Peningkatan jumlah penumpang tentu sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengoptimalkan manfaat sistem BRT TransJakarta. Pemprov DKI menambah jumlah arama dalam tiga tahun terakhir sejak 2017 hingga 2019. Rinciannya pada 2017 jumlah armada sebanyak 2.380, 2018 sebanyak 3.017, dan 2019 sebanyak 3.548 bus. BRT pertama di Asia Tenggara dan Selatan ini ditargetkan mencapai 3.565 unit pada akhir 2019.

Keberhasilan lainnya Pemprov DKI adalah terjadinya peningkatan 10 kali lipat lebih Public Service Obligation (PSO) TransJakarta, dari Rp333.084.520 pada 2011 menjadi Rp4.197.240.979 pada 2020. Sebagai informasi, BRT TranJakarta memiliki 260 halte yang tersebar dalam 13 koridor. Lintasannnya meliputi wilayah Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, Selatan bahkan daerah penyangga.

 

Memperoleh penghargaan dan tingginya minat masyarakat atas penggunaan TransJakarta tak membuat Pemprov DKI Jakarta berhenti berinovasi. Pada 2019, fasilitas Bus TransJakarta diintegrasikan dengan dua moda transportasi lain berbasis rel, yakni MRT di Bundaran HI dan LRT di Jalan Pemuda.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan tiga bus listrik untuk dijadikan armada TransJakarta guna mengatasi polusi udara Ibukota. Tiga bus listrik tersebut sudah menjalani uji coba tahun ini.

Apresiasi datang dari Tenia, warga Jakarta Pusat yang sehari-hari menggunakan TransJakarta untuk mencapai kantornya di bilangan Jakarta Barat. Ada banyak alasan karyawati tersebut memilih TransJakarta, di antaranya tepat waktu kedatangan dan cepat sampai tujuan.

"Saya lebih memilih naik TransJakarta dibanding ojek online. Karena selain harganya lebih murah, lebih cepat sampai juga. Soalnya TransJakarta punya jalur khusus yang memang untuk armada, jagi gak gitu macet, dibanding pakai jalan biasa," akunya saat berbincang dengan Okezone.

Tenia juga mengapresiasi banyaknya lintasan Bus TransJakarta, karena dia bisa sekali jalan tanpa harus transit di halte lain sebelum sampai tujuan. "Kalau bertahun-lalu jalurnya enggak teralu banyak, sekarang banyak jalur tambahan. Saya kerja di Grogol, rumah di Jakarta Pusat, itu langsung tanpa transit," akunya.

Wanita lulusan Universitas Indonesia tersebut berharap, pengembangan TransJakarta terus dilakukan khususnya peremajaan terhadap armada. Tujuannya, agar moda tranportasi andalan Ibukota ini semakin menarik perhatian masyarakat, sehingga perannya sebagai salah satu solusi kemacetan berjalan maksimal. (cm)

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya