Kasus Anak Kecanduan Gadget di Bekasi, Jarinya Terus Bergerak Seperti Main Game

Wijayakusuma, Jurnalis
Sabtu 26 Oktober 2019 11:05 WIB
Yayasan Zamrud Biru tangani anak yang gila karena gadget (Foto: Okezone/Wijayakusuma)
Share :

Lanjut Hartono, tak ada pemeriksaan lanjutan untuk pasien yang sudah diperbolehkan pulang. Pihak yayasan hanya menyarankan keluarga untuk aktif berkomunikasi terkait perkembangan pasien di rumah. "Seperti pak Bagio kemarin hubungi saya memberitahu kondisi anaknya Yuda sudah lebih baik," katanya.

Hartono sendiri mengaku termasuk pihak yang tak menyetujui pemberian gadget smartphone pada anak-anak. Menurutnya hal itu hanya akan memberi dampak buruk bagi perkembangan mental dan fisik anak. Alih-alih sebagai alat komunikasi, smartphone justru digunakan anak untuk bermain game yang bisa berujung kecanduan.

"Sekarang memang zaman canggih teknologi yang bisa mengarah kepada kemudahan atau instan. Tapi kembali juga kepada efek ya, semuanya yang disebut instan, ada efek baik tapi ada juga efek buruknya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mungkin itu menjadi suatu motto bagi orangtua," ujarnya.

Ketegasan Hartono terkait hal ini juga ditujukan kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya. Ia melarang penggunaan gadget kepada anak dan juga ponakannya, dengan alasan tidak ingin masa depan mereka hancur akibat terpapar gadget.

"Seperti keponakan saya yang masih SD, lebih baik handphonenya saya hancurkan daripada nanti akan menghancurkan dirinya. Kalau dia hanya sekedar untuk edukasi, belajar sekolah, betul-betul teknologi ini dibuat untuk pengetahuan dan kemajuan hidup, itu harapan semua masyarakat kita. Tapi kalau hanya untuk merusak mental dan membuat orang yang menggunakan ini terobsesi dengan keadaannya atau kelakuannya, itu lebih parah," tegasnya.

"Berapa harga gadget dengan kehancuran dirinya kelak, itu lebih mahal. Boleh kita berikan gadget dengan terbatas, dengan waktu sesaat. Boleh setelah belajar kita kasih waktu setengah jam atau 10-15 menit, setelah itu dia tidur. Ke sekolah gak perlu bawa gadget. Gadget hanya diperlukan untuk anak-anak itu paling jauh hanya game. Kalau untuk komunikasi mungkin tidak seperti kita yang dewasa," paparnya.

Karenanya ia berharap pemerintah serta orangtua lebih berperan dalam membatasi penggunaan gadget kepada anak. Hal ini demi menghindari dampak buruk gadget dari anak-anak yang merupakan generasi bangsa.

"Anak-anak kita ini penerus generasi muda bangsa kita. Kalau anak-anak dari sekarang sudah rusak, mau seperti apa bangsa kita nantinya. Jadi anak-anak adalah modal kita, harus dijaga, kita perbaiki yang terlebih lagi kita bisa memotivasi anak mana yang lebih baik, mana yang tidak baik," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya