Calonkan Gibran di Pilwalkot Solo, PDIP Bakal Dicap Pelestari Dinasti Politik

Fahreza Rizky, Jurnalis
Sabtu 26 Oktober 2019 09:13 WIB
Putra Sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka Temui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). (foto: Okezone/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA - Analis politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah mengatakan, terbangunnya persepsi dinasti politik apabila Gibran Rakabuming Raka maju di Pilwalkot Solo 2020 akan berdampak buruk bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti diketahui, Gibran kini tengah serius untuk mendaftarkan diri di Pilwalkot Solo. Kendati tak dicalonkan oleh DPC PDI Perjuangan Solo, putra sulung Jokowi itu berangkat ke Jakarta untuk menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Gibran Temui Megawati, FX Rudy Tak Mau Berandai-andai soal Pilwalkot Solo 

"Jika dinasti terbangun, tentu berdampak buruk, tidak saja pada Jokowi, tetapi meluas ke PDIP. Jokowi akan kehilangan legacy jika merestui keluarganya turut berpolitik, paling tidak selama ia duduk sebagai presiden," kata Dedi kepada Okezone, Sabtu (26/10/2019).

Dedi melihat PDIP masih mungkin mengusung Gibran di Pilwakot Solo 2020. Apalagi Gibran telah sowan ke Megawati yang notabene memiliki pengaruh kuat hingga ke pengurus tingkat cabang. Tetapi, Dedi mengkhawatirkan PDIP dianggap sebagai partai yang melestarikan dinasti politik bila mencalonkan Gibran.

"PDIP masih mungkin mengusung Gibran selama memiliki potensi terpilih, terlebih dominasi Megawati sangat kuat hingga ke tingkat cabang. Hanya saja ada kekhawatiran PDIP dianggap sebagai parpol pelestari dinasti politik," pungkasnya.

Baca Juga: Manuver Politik Gibran, Ditolak PDIP Solo hingga Sowan ke Megawati


(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya