Rawan Ancaman Radikalisme, Polri Minta Kader PP Implementasikan Nilai Konsensus Dasar Bangsa

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Minggu 27 Oktober 2019 19:33 WIB
Mubes X PP di Jakarta, Minggu (27/10/2019). (Foto : Ist)
Share :

JAKARTA – Banyaknya jumlah suku bangsa Indonesia yang mencapai 740 suku, dan bahasa daerah di Indonesia yang berjumlah 583, dinilai berpotensi menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik horizontal.

Menurut Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan atau Kabaharkam Polri, Komjen Condro Kirono, fakta yang harus diterima dan disadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

“Makanya kita harus terus merawat dan mengawal Pancasila, sebagaimana rekan rekan yang di organisasi Pemuda Pancasila ini yang merupakan kepanjangan tangan dari kita semua,” ujarnya saat Seminar Nasional hari kedua Mubes X Ormas Pemuda Pancasila, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (27/10/2019).

Condro mengingatkan, bagi kehidupan masyarakat yang majemuk, toleransi merupakan satu prasyarat utama bagi setiap individu yang menghendaki kehidupan yang aman dan tenteram.

“Toleransi merupakan satu sikap yang mau memahami orang lain, sehingga komunikasi dapat berlangsung secara baik dan tercipta keharmonisan dalam kelompok. Itu harus jadi salah satu prinsip hidup dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

Selain itu, Condro mengimbau kader Pemuda Pancasila juga tahu bahwa saat ini Indonesia memiliki ancaman radikalisme dan terorisme pada era digital, yakni kejahatan cyber yang dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya