JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dan kepala lembaga negara di Kabinet Indonesia Maju untuk bekerja secara maksimal dalam menghadapi resesi ekonomi global.
Jokowi mengatakan perekonomian dunia kembali menghadapi masa-masa sulit selama lima tahun ke depan. Sehingga, ia meminta jajarannya untuk mengantisipasi resesi perekonomian dunia itu.
"Ekonomi global dalam lima tahun ini dan perkiraan-perkiraan dari lembaga-lembaga internasional, tahun depan akan menuju ke sebuah situasi yang lebih sulit, bahkan banyak yang sampaikan menuju ke sebuah resesi," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas penyampaian program dan kegiatan di bidang perekonomian, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Baca Juga: Diisukan Akan Jadi Watimpres, JK: Saya Belum Tahu
Kepala Negara menilai, hasil prediksi lembaga internasional tersebut sudah seharusnya diantisipasi pemerintahan melalui kementerian maupun lembaga negara dengan meningkatkan ekspor dan subsitusi barang-barang impor.
"Kedua, yang sangat penting juga investasi. Artinya ekspor dan investasi, peningkatan keduanya ini menjadi kunci dalam kegiatan kita di bidang ekonomi," papar Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengatakan bahwa diperlukan pemangkasan berbagai regulasi yang selama ini menjadi penghambat birokrasu dengan menerbitkan Omnibus Law.
"Regulasi-regulai di bidang perekonomian yang menghambat investasi dan ekspor, dilihat betul agar segera ditindaklanjuti apa yang telah kita rencanakan mengenai penerbitan Omnibus Law sudah mulai bulan lalu, ada 74 undang-undang (penghambat)," tutur Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Siap Tindak Lanjuti Keluhan Kepala Daerah soal Anggaran Minim
(Arief Setyadi )