Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengatakan bahwa itu ada kesalahan pengetikan yang dilakukan oleh jajarannya di dalam mengisi dokumen rancangan KUA-PPAS 2020 tersebut.
"Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, " kata Susi saat dihubungi di Jakarta, Selasa 29 Oktober malam.
Ia menjelaskan, tidak ada item anggaran untuk pembelian lem aibon. Kata dia, seharusnya barang yang akan dibeli dalam plot anggaran yang diajukan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu hanya kertas dan tinta saja.
"Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," kata dia.