INDONESIA mempunyai beragam suku dan budaya di setiap daerahnya. Tak hanya suku dan budaya, historis dari sebuah daerah tak luput dari perjuangan berbagai jawara lokal yang mungkin namanya tak terkenal layaknya pahlawan nasional.
Di suku Betawi -suku asli orang Jakarta-, salah satu nama pahlawan yang menjadi nasional yakni, Muhammad Husni Thamrin (Matseni). Thamrin merupakan sosok pahlawan nasional asal Betawi yang terkenal dengan perjuangannya menghidupi perkampungan hingga nilai-nilai pendidikan bagi sukunya di jaman penjajahan.
Sebenarnya tak hanya MH Thamrin, pahlawan yang berhasil menghidupi tanah Betawi. Menurut Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, ada sejumlah nama tokoh hingga seniman yang pantas dianugerahi sebagai pahlawan untuk suku Betawi.
"Tokoh atau seniman Betawi yang hidup dan menghidupkan budaya atau kesenian pada masa kolonial, paling banyak pada kesenian dan seni pertunjukan," kata Yahya kepada Okezone, Jumat, 1 November 2019.
Berikut sederet pahlawan lokal yang menghidupi budaya Betawi menurut Yahya Andi Saputra :
1. Ahmad Sofyan Jaid (Tokoh Sohibul Hikayat)
Haji Ahmad Sofyan Jaid merupakan tokoh yang menghidupkan seni Sohibul Hikayat di Betawi. Sohibul Hikayat sendiri merupakan salah satu sastra lisan Betawi yang sumbernya dari Timur Tengah atau jika diartikan bermaksud yang punya cerita.
2. Mak Kinang dan Kong Djioen (Tokoh Topeng Betawi)
Berdasarkan hasil penelusuran, Mak Kinang dan Kong Djioen adalah pencipta pertama tari topeng Betawi. Tari Topeng diperkenalkan oleh kedua tokoh tersebut pada 1930. Tari topeng Betawi disebut-sebut terinspirasi oleh tari topeng Cirebon.
3. Markum (Tokoh Lenong Betawi)
Pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, Yahya Andi Saputra menyebut bahwa Markum adalah tokoh yang menghidupi Lenong Betawi. Markum merupakan salah satu senima lenong Betawi yang pernah mencuat di layar televisi bersama dengan Naserin, H Tile, Bu Siti, Anen, dan M Toha.
4. Sa'abah (Tokoh Rebana Biang)
Yahya menyebut bahwa Sa'abah merupakan tokoh yang mempopulerkan rebana biang. Rebana Biang sendiri merupakan kesenian Betawi yang terkadang ikut menyertakan silat Cingkrik.
5. Samad Modo dan Jali Jalut (Tokoh Gambang Kromong dan Lenong)
Samad Modo dan Jali Jalut disebut Yahya sebagai tokoh yang menghidupi gambang kromong serta lenong Betawi. Gambang kromong di Betawi biasa dikenal dengan gambang rancag. Kesenian Betawi tersebut menampilkan musik dan pagelaran aksi.
Selain lima tokoh tersebut, kata Yahya, ada beberapa nama lain yang dinilai berhasil menghidupi budaya Betawi. Mereka diantaranya yakni, "Bapak Nya'at (Tanjidor), Bpk Bolo (ondel-ondel), Ibu Masnah (gambang kromong klasik), Muhammad Bakir (Sastra), Pak Item, A. Hamid Arief, Wolly Sutinah. Termasuk Pahlawan Nasional Ismail Marzuki, dan lain-lain," bebernya.
"Termasuk juga tokoh atau pahlawan : Pitung, H. Entong Gendut, Kalin Bin Kayah," ujar Yahya menambahkan.
Dijelaskan Yahya, para tokoh tersebut mempunyai perannya masing-masing dalam menghidupi kesenian Betawi. Mayoritas tokoh-tokoh tersebut memperkenalkan budaya Betawi lewat kesenian.
"Mereka berjuang sesuai bidangnya masing-masing. Yang seniman tentu melalui keseniannya. Yang jagoan seperti Pitung, Entong Gendut, Kalin tentu dengan kemahiran ilmu silatnya membela kehormatan rakyat pribumi dari keserakahan penjajah dan antek-anteknya (tuan tanah, mandor, demang, dsb)," ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)