Anies: Sistem E-Budgeting Bukan Diganti, tapi Di-upgrade

Fadel Prayoga, Jurnalis
Sabtu 02 November 2019 08:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (Foto: Okezone.com/Fadel Prayoga)
Share :

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menegaskan bahwa sistem penganggaran DKI Jakarta melalui sistem elektronik atau e-budgeting yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, bukan akan diganti namun ditingkatkan (upgrading) agar lebih baik.

"Bukan mengganti ya. Upgrading. Kalau mengganti, kesannya meniadakan sama sekali. Ini hanya mau upgrade saja sehingga sistemnya smarter and smarter," kata Anies, Jumat 1 November 2019.

Menurutnya, dengan meningkatkan sistem e-budgeting, selain anggaran bisa diakses, masyarakat juga nantinya bisa memberi komentar. Pemprov DKI lanjut Anies, tentu akan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan smart system.

"Itu kami pegang. Yang akan dilakukan adalah tetap anggaran itu bisa diakses. Bahkan selain bisa dilihat, publik juga bisa memberi komentar, saat ini publik hanya bisa lihat tapi tidak bisa memberikan feedback," tuturnya.

Ia menjelaskan, upaya pembaruan e-budgeting bukan baru dilakukan setelah adanya ricuh kejanggalan anggaran dalam dokumen KUA-PPAS 2020 yang disebut karena kesalahan input, tetapi telah lama disiapkan dan akan diluncurkan pada akhir tahun 2019.

"Sudah dikerjakan, akan digunakan Januari (2020). Artinya, tidak dibikin karena ada keramaian kemarin bukan. Itu sudah dikerjakan setahun lebih, sudah direncanakan akan diluncurkan akhir tahun ini," tuturnya.

Anies berujar, perlunya peningkatan e-budgeting lantaran belajar dari kasus sebelumnya, dengan adanya janggal anggaran yang dinilainya bukan hanya karena unsur manusia yang malas, tidak tertib, hingga menggunakan informasi yang bukan sesungguhnya, namun juga karena faktor sistem.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya