JAKARTA – Gunung Anak Krakatau sempat erupsi dan dilanda 19 kali gempa pada Kamis 7 November 2019. Namun, gunung api di Selat Sunda, Lampung itu statusnya masih waspada atau level II. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau.
“Pada tanggal 7 November 2019 terjadi erupsi menghasilkan kolom erupsi berwarna putih-hitam tebal setinggi 200-300 m dari dasar kawah,” tulis Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologoli (PVMBG) dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, Jumat (8/11/2019).
PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga tertutup kabut. Melalui CCTV, teramati asap kawah bertekanan sedang berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 25-300 meter dari atas kawah.
“Erupsi menghasilkan kolom berwarna putih-hitam tebal setinggi 200-300 meter dari dasar kawah,” sebut PVMBG.
Melalui seismograf pada 7 November kemarin, tercatat Gunung Anak Krakatau mengalami 19 kali gempa masing-masing 10 kali gempa letusan, tiga gempa embusan dan enam kali gempa low frequency.