JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meminta Polri mencegah radikalisme dan mengatasi persoalan yang menyangkut hal-hal intoleran di Indonesia. Ma’ruf juga mengingatkan soal paham khilafah.
"Kita harus mencegah ada kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan, radikalisme, dan intoleran," kata Ma'ruf dalam kuliah umum Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pendidikan reguler ke 28 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).
Di hadapan 62 peserta Sespimti, Ma’ruf mengatakan radikalisme tak bisa diukur dari cara seseorang berpakaian.
"Radikalisme itu bukan soal pakaian, tapi cara berpikir, cara bersikap, perilaku, dan cara bertindak. Upaya yang harus kita lakukan, (adalah) meluruskan cara berpikir, sikap bertindak, dan gerakan-gerakannya. Perlu ada upaya intensif tentang kontraradikalisme dan deradikalisasi," ujar Ma'ruf.
Selain radikalisme, Ma'ruf Amin juga mengingatkan para peserta soal ancaman khilafah. Meski begitu, Ma'ruf memastikan bahwa khilafah tak akan masuk ke Indonesia karena paham tersebut tak diterima.
Baca juga: Dubes Saudi : Radikalisme Bukan dari Arab
"Pertanyaannya kenapa khilafah ditolak di RI? Bukan ditolak tapi tertolak, kalau tertolak memang tak bisa masuk. Bukan karena Islami, (atau) tak Islami," kata Ma'ruf.