JAKARTA – Hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November menjadi momentum rutin untuk mengenang jasa-jasa para pejuang dan pendiri bangsa. Menteri Sosial Juliari P Batubara mengajak masyarakat mengheningkan cipta sejenak pagi ini dalam rangka Hari Pahlawan.
“Marilah segenap bangsa Indonesia kita luangkan waktu besok pagi 10 November pukul 08.15 mengheningkan cipta sejenak guna mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului kita!” kata Juliari melalui akun Twitternya @juliaribatubara seperti dipantau Okezone, Minggu (10/11/2019).
Peringatan Hari Pahlawan 2019 yang bertema ‘Aku Pahlawan Masa Kini’ diharapkan masyarakat Indonesia memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk berjuang membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.
Marilah segenap Bangsa Indonesia kita luangkan waktu besok pagi 10 November pukul 08.15 Mengheningkan cipta sejenak guna mengenang jasa para Pahlawan yang telah mendahului kita !#AkuPahlawanMasaKini#hariPahlawan2019 pic.twitter.com/Ulv6o1U0Y9
— Juliari P. Batubara (@juliaribatubara) November 9, 2019
Mensos juga sudah mengirimkan surat ke beberapa instansi mengajak hening cipta pagi ini. Salah satunya ditujukan kepada Kapolri. Copyan surat itu ikut diunggah oleh akun Twitter resmi @TMCPoldaMetro.
Dalam surat yang diteken Mensos Juliari Batubara itu tertulis, “kami mohon kiranya bapak Kapolri dapat mengeluarkan surat edaran kepada jajaran Polri untuk menghentikan sesaat setiap kendaraan bermotor yang ada di beberapa jalan protokol agar dapat melakukan hening cipta selama 60 detik pada pukul 08.15 waktu setempat.”
Diimbau bagi pengguna jalan , pada hari Minggu tanggal 10 Nopember 2019 bertepatan dengan Hari Pahlawan untuk 'Mengheningkan Cipta" sejenak selama 60 detik pada pukul 08.15 setempat. pic.twitter.com/A11LfMXSSl
— TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) November 8, 2019
Dua hari lalu, Jumat 8 November, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh pejuang.
Baca juga: 6 Tokoh yang Dinobatkan Pahlawan Nasional 2019
Adalah Rohana Kudus, Abdul Kahar Mudzakir, Alexander Andries Maramies dan KH. Masykur, Prof Sardjito dan Sultan Himayatudin.
(Salman Mardira)