Interupsi juga datang dari anggota Fraksi Golkar Bobby Adithyo Rizaldy meminta, agar anggaran yang dibahas terbuka hanya anggaran yang sudah dimasukkan dalam APBN, sementara soal tambahan anggaran dibahas secara tertutup.
"Usul saja pimpinan kan disini dipaparan mengenai anggaran itu ada di slide 8, 9 10. Di slide 8 dan 9 gapapa disampaikan karena sudah disahkan tapi untuk slide 10 kebelakang itu sangat strategis sehingga perlu di bahas tertutup," kata Bobby Adithyo.
Hingga akhirnya, selaku pimpinan rapat, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid pun meminta agar rapat Prabowo menyampaikan anggaran yang sudah disahkan dalam APBN.
Saat diberikan kesempatan berbicara, Ketum Partai Gerindra ini merasa heran mengapa pembahasan soal anggaran dilakukan secara terbuka. Padahal Menhan sebelum dia membahas anggaran pertahanan secara tertutup.
"Jadi saya sebetulnya saya mengira bahwa seluruhnya ini tertutup. Sebagai mana menhan-menhan yang dulu. Jadi itu sikap saya kalau kita mau ulangi soal anggaran bisa. Maksudnya apa? Maksudnya kan kita sudah tahu anggarannya Rp131 triliun sekian-sekian. Komponennya kita sudah tahu, tapi kalau memang dibutuhkan, saya siap," ujarnya.
"Tapi, kalau saya merasa saya ditekan untuk terbuka saya tidak akan lakukan. Saya bertanggung jawab kepada Presiden RI. Kami bersedia kepada saudara-saudara secara tertutup saya bersedia, tapi maaf saya tidak akan mau bicara terlalu terbuka," imbuh dia.
Pada akhirnya setelah Prabowo memaparkan soal anggaran, rapat kembali dilanjutkan dengan mendengarkan pertanyaan dari fraksi-fraksi.
(Angkasa Yudhistira)