“Apapun persoalannya, jangan sampai ada konflik yang berpotensi mengancam kesolidan partai. Hasil Munas nanti harus menjadi pemersatu kader untuk bersama-sama berkarya demi kemajuan Golkar. Untuk itu pentingnya memelihara semangat musyawarah dan mufakat, dan tentunya saya berharap Munas pada Desember ini bisa tercapai kata mufakat,” tutur Meutya.
Selain itu, ia juga berharap siapapun calon yang akan maju dalam Munas Partai Golkar 2019, pemilihan bisa berjalan lancar tanpa gejolak. Meutya juga menekankan agar soliditas partai terus dipertahankan.
Baca Juga : Bamsoet Duga Bom di Polrestabes Medan Dikendalikan dari Jauh
“Saya melihat Pak Airlangga sosok yang bijak, santun, dan saya rasa beliau figur yang bisa mempersatukan. Sementara Mas Bambang Soesatyo (Bamsoet) adalah tokoh senior yang telah matang. Jadi saya yakin Mas Bamsoet bisa berkomunikasi baik dengan Pak Airlangga untuk tercapai musyawarah mufakat. Demikian juga para pemegang suara, intinya voting itu pilihan akhir, yang utama musyawarah,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Partai Golkar akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) pada 4-6 Desember mendatang di Jakarta. Selain itu, sebelum Munas partai Golkar juga menggelar agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai golkar yang akan diselenggarakan tanggal 14-15 November.
(Angkasa Yudhistira)