"Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri untuk tidak menyebarkan foto-foto maupun video aksi tersebut. Selain agar masyarakat tidak perlu mendapatkan gambar atau visual mengerikan, menyebarkan foto dan video hanya membantu tercapainya tujuan teror itu sendiri," ucap Herman.
Sekadar informasi, ledakan terjadi di Mapolrestabes Medan. Pelaku yang memakai jaket ojek online itu diduga melakukan bom bunuh diri. Akibat peristiwa itu, enam orang luka-luka serta sejumlah kendaraan rusak.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku menggunakan bom pinggang dalam melancarkan aksinya. Material bom terdiri dari baterai, plat besi metal, paku, irisan kabel dan lain sebagainya.
(Qur'anul Hidayat)