"Bukan hanya mengurus surat (saja), tapi juga mengetahui masyarakat yang ada di sekitarnya itu seperti apa. Apakah ada yang terpapar atau yang tidak, sehingga dari semua pihak ini itu dan kita ingin libatkan secara keseluruhan terorganisir, tersinergi, komprehensif," pungkasnya.
Diketahui, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengenakan atribut ojek online. Ia disebut menyusup di tengah kerumunan pemohon surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) CPNS 2019. Setelah berhasil masuk ke area Polres, pelaku akhirnya meledakkan diri.
Enam orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Sementara pelaku langsung tewas dengan kondisi mengenaskan. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan bom pinggang yang terdiri dari material plat besi metal, paku hingga irisan kabel.
Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 dilaporkan sudah meringkus DA, istri terduga pelaku teror di Mapolrestabes Medan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, DA lebih dahulu terpapar radikalisme sebelum pelaku.
(Awaludin)