Banyak pengalaman yang ia rasakan selama menjadi petugas bendungan. Salah satunya menjadi saksi tingginya debit air yang mengalir di Bendung Katulampa yang sempat membuat Jakarta tenggelam di tahun 1996, 2007, 2010, 2013, dan 2014. Ketinggian debit air mencapai 250 sentimeter.
"Terparah terjadi pada tahun 2007. Waktu itu hujan merata terjadi di wilayah Bogor selama beberapa jam. Saat magrib, air tiba-tiba naik sampai masuk ke rumah warga sekitar Katulampa sampai Jakarta banjir parah. Kalau terakhir, titik yang sama (250 cm) itu tahun 2018 tapi gak separah dulu," kata dia.
Karena cinta dengan profesinya, Andi mengaku tak peduli harus bekerja siang dan malam memantau Bendung Katulampa yang menurutnya tugas mulia.
"Mau gimana pun kondisinya dan pekerjaannya, saya tetap mencintai pekerjaan saya saat ini. Menurut saya ini pekerjaan mulia yang juga menyangkut keselamatan banyak orang," pungkas Andi.
(Fiddy Anggriawan )