Dia mengatakan bahwa pihak BKSDA hari ini menerjunkan tim untuk melihat langsung dan menyelidiki penyebab kematian hewan bergading itu. Keterangan dari pihak perusahaan, bahwa sekitar pukul 11.00 WIB salah satu pekerja PT Arara Abadi melihat ada gajah tergeletak di sela-sela tanaman kayu akasia yang merupakan bahan baku kertas dan pulp.
Setelah didekati, pekerja itu memastikan bahwa gajah tersebut sudah mati. Bau bangkai semakin menambah keyakinan bahwa gajah yang dilihatnya sudah tidak bernyawa. Pekerja pun melaporkan hal itu ke pimpinan lalu dilanjutkan ke BKSDA.
Baca Juga: Habitat Gajah Sumatera di Riau Kembali Terbakar
"Kita menurunkan tim medis yang terdiri dari dokter hewan dan pawang gajah untuk melakukan pemeriksaan secara detail (nekropsi). Kasusnya masih diselidiki. Lokasi kematian gajah tersebut berada pada kantong gajah Giam Siak," imbuhnya.
Gajah tersebut ditemukan mati oleh salah satu pekerja PT Arara Abadi. Saat itu pekerja akan melakukan penebangan kayu akasia sebagai bahan baku pulp and paper. Saat itulah dia melihat bangkai gajah tersebut.
(Fiddy Anggriawan )