Transformasi Manusia Silver, Bermula Amal hingga Jadi Mata Pencaharian

Wijayakusuma, Jurnalis
Sabtu 23 November 2019 09:30 WIB
Saiful Tobing, Manusia Silver saat Beraksi di Kawasan Bekasi, Jawa Barat (foto: Okezone/Wijayakusuma)
Share :

Saiful bersama rekannya biasa beroperasi di perkampungan dan di jalan-jalan besar. Hampir seluruh wilayah Tambun sudah ia jelajahi, meski tak semuanya memberikan respon positif.

"Kadang kita di Bekasi Timur, ya semua kita puterin sih. Kalau berapa banyak (manusia silver) kurang tahu, masalahnya komunitasnya juga banyak sih dari Bekasi, Jakarta," akunya.

Saiful Tobing, Manusia Silver saat Beraksi di Kawasan Bekasi, Jawa Barat (foto: Okezone/Wijayakusuma) 

Jam operasional Saiful sehari-hari dimulai sejak pukul 18.00-22.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, ia bisa mengumpulkan rupiah yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari, atau sekedar membantu rekan-rekannya yang tertimpa musibah.

"Ya kalau seharinya enggak tentu sih, karena kan melihat kondisi kendaraan yang lewat. Kalau memang sepi, ya sepi. Sekitar Rp80-100 ribu," ungkapnya.

Meski pernah beberapa kali terjaring razia Satpol PP, namun Saiful masih enggan berganti profesi dan tetap memilih menjadi manusia silver. Ia hanya bisa berharap suatu hari kehidupannya akan semakin membaik, meski tak lagi beraksi sebagai manusia silver.

"Sebenarnya sih ada keinginan berganti profesi, cuma ya mungkin rezeki kita masih di sini, jadi manusia silver. Mungkin ke depannya bisa lebih bagus," imbuhnya.

Saiful Tobing, Manusia Silver saat Beraksi di Kawasan Bekasi, Jawa Barat (foto: Okezone/Wijayakusuma)

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya