JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengutarakan akar masalah mengapa blangko e-KTP yang selalu kurang. Dikarenakan, menurut Tito Dirjen Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Kesekertariatan Jenderal Kemendagri masih memiliki rasa trauma dengan kasus e-KTP itu.
“Jujur kami melihat teman-teman di Kemendagri terutama Dukcapil dan Kesekjenan ada rasa trauma dengan kasus e-KTP itu. Sehingga nyaris lama, nanti ngajukan anggaran diperiksa lagi,” ujar Tito dalam rapat dengan Komisi II DPR RI, Kamis (28/11/2019)
Baca juga: Mantan Anggota DPR Markus Nari Divonis 6 Tahun Penjara di Kasus E-KTP
Begitu pula, lanjut Tito, di Kementrian Keuangan (Kemenkeu) sangat berhati-hati apabila anggaran terkait e-KTP ini. “Teman-teman di Kemenkeu sangat berhati-hati, ketika sudah menyangkut nomenklatur e-KTP, sangat hati-hati,” jelas Tito.
Namun kini Tito berujar, trauma akan kasus e-KTP ini pun di jajaran Kependudukan dan Catatan Sipil dan Kesertariatan Jendral Kemendagri sudah berangsur menghilang.
Baca juga: Novel Baswedan Luruskan Isu 'Miring' Soal Foto Bersama Gubernur Jakarta
Karena itu, Tito mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk meminta penambahan anggaran selama untuk kepentingan masyarakat Indonesia.